Persiapan finansial jadi salah satu hal paling krusial sebelum berangkat haji. Banyak calon jemaah yang fokus pada pelunasan biaya haji, tapi lupa menghitung kebutuhan selama di Tanah Suci. Padahal, walaupun sudah ada uang saku dari pemerintah, tetap saja ada pengeluaran tambahan yang perlu dipikirkan sejak awal.
Tujuannya sederhana: jangan sampai kehabisan uang di tengah ibadah, tapi juga jangan membawa uang tunai terlalu banyak yang justru berisiko. Jadi, idealnya memang harus seimbang.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sendiri sudah menetapkan besaran uang saku haji 2026 sebagai bekal awal bagi jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Uang Saku Haji 2026: Sekitar Rp3,4 Juta per Jemaah
Untuk musim haji 2026, BPKH menyiapkan dana biaya hidup jemaah haji reguler dalam bentuk uang saku. Total dana yang disiapkan mencapai SAR 152.490.000 dan akan dibagikan kepada sekitar 203.320 jemaah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Setiap jemaah haji akan menerima uang saku sebesar SAR 750 atau jika dikonversi sekitar Rp3,4 juta. Uang tersebut diberikan dalam pecahan yang sudah disiapkan agar mudah digunakan selama di Tanah Suci, yaitu:
SAR 500 sebanyak 1 lembar
SAR 100 sebanyak 2 lembar
SAR 50 sebanyak 1 lembar
Uang saku haji ini bukan untuk belanja oleh-oleh, tapi lebih difokuskan untuk kebutuhan dasar selama ibadah. Misalnya membeli konsumsi tambahan, kebutuhan pribadi, dana darurat, hingga keperluan pembayaran dam haji jika dibutuhkan.
Karena sifatnya hanya sebagai bekal awal, jemaah tetap dianjurkan membawa dana tambahan sesuai kebutuhan masing-masing.

Estimasi Dana Tambahan Selama Haji
Selain uang saku haji 2026 dari pemerintah, jemaah biasanya tetap mengeluarkan biaya tambahan selama berada di Tanah Suci. Pengeluaran ini umumnya berkaitan dengan kebutuhan pribadi yang tidak ditanggung dalam paket haji reguler.
Berdasarkan estimasi dari BAZNAS, kebutuhan dana tambahan selama ibadah haji berkisar antara Rp5 juta sampai Rp7 juta. Angka ini biasanya digunakan untuk:
Jajan ringan atau minuman tambahan
Laundry pakaian
Transportasi tambahan
Sedekah atau infak
Oleh-oleh secukupnya
Kebutuhan pribadi lainnya
Besaran ini tentu tidak mutlak. Ada jemaah yang bisa lebih hemat, ada juga yang membutuhkan lebih. Semua tergantung gaya hidup dan kebiasaan masing-masing selama di Tanah Suci.
Biaya Kesehatan Juga Perlu Disiapkan
Hal lain yang sering terlupakan adalah biaya kesehatan. Walaupun ada layanan kesehatan dari petugas haji, jemaah tetap disarankan menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan medis ringan.
Perkiraan biaya kesehatan selama haji biasanya sekitar Rp2 juta. Dana ini bisa digunakan untuk membeli obat tambahan, vitamin, atau kebutuhan medis pribadi lainnya.
Bagi jemaah lansia atau yang memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya menyiapkan dana kesehatan lebih besar agar lebih aman.
Jangan Membawa Uang Tunai Terlalu Banyak
Membawa uang dalam jumlah besar memang terasa lebih aman di pikiran, tapi justru berisiko saat di perjalanan. Karena itu, dalam panduan resmi Kementerian Haji dan Umrah Indonesia, jemaah dianjurkan tidak membawa uang tunai berlebihan.
Selain faktor keamanan, ada juga aturan yang perlu diperhatikan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.04/2018, setiap orang yang membawa uang tunai lebih dari Rp100 juta atau setara mata uang asing wajib melapor ke petugas Bea Cukai.
Kalau tidak dilaporkan, bisa berpotensi terkena sanksi. Karena itu, membawa uang secukupnya jauh lebih aman dan praktis.
Gunakan ATM Internasional Lebih Aman
Sebagai alternatif, jemaah haji disarankan menggunakan kartu ATM berlogo internasional seperti Visa atau Mastercard. Metode ini jauh lebih aman dibanding membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Selain ATM, penggunaan uang elektronik atau kartu debit juga semakin umum digunakan di Arab Saudi. Banyak toko dan pusat perbelanjaan sudah menerima pembayaran non-tunai, sehingga jemaah tidak perlu khawatir.
Cara ini juga membantu mengontrol pengeluaran agar tidak boros selama ibadah haji.
Total Estimasi Biaya yang Perlu Disiapkan Jemaah Haji
Jika dihitung secara keseluruhan, berikut estimasi dana yang sebaiknya disiapkan oleh jemaah haji 2026:
Uang saku dari pemerintah: sekitar Rp3,4 juta
Dana tambahan pribadi: Rp5 juta – Rp7 juta
Dana kesehatan: sekitar Rp2 juta
Total estimasi kebutuhan selama haji berada di kisaran Rp8,4 juta hingga Rp12,4 juta.
Jumlah ini bukan patokan wajib, melainkan gambaran umum agar jemaah bisa merencanakan keuangan dengan lebih matang. Ada yang bisa lebih hemat, ada juga yang membutuhkan lebih banyak.
Yang terpenting bukan membawa uang sebanyak mungkin, tapi memastikan kebutuhan ibadah terpenuhi tanpa khawatir kehabisan dana. Dengan perencanaan yang tepat, jemaah bisa lebih fokus beribadah dan menjalankan haji dengan tenang tanpa memikirkan urusan finansial.

