Menunaikan ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Namun, di Indonesia, tantangan terbesar adalah masa tunggu yang bisa mencapai puluhan tahun. Di tengah kerinduan tersebut, istilah haji mujamalah muncul sebagai primadona bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih dan ingin segera berangkat.
- Apa Itu Haji Mujamalah dan Bagaimana Legalitasnya?
- Mengenal Haji Mujamalah: Jalur Haji Tanpa Antre
- Perbedaan Haji Mujamalah dan Haji Furoda
- Perbedaan Haji Mujamalah, Haji Plus, dan Haji Khusus
- Perbandingan Haji Mujamalah vs Haji Reguler
- Mengetahui Apa Itu Haji Dakhili
- Mengapa Biaya Haji ONH Plus dan Mujamalah Lebih Mahal?
- Keunggulan Mengambil Program Haji Khusus
- Tips Memilih Travel untuk Haji Mujamalah dan Haji Furoda
- Persiapan Mental dan Fisik untuk Ibadah Haji
- 11. Kesimpulan: Mana yang Cocok untuk Anda?
- FAQ Seputar Haji Mujamalah
Namun, apa sebenarnya haji mujamalah itu? Apa bedanya dengan haji plus atau haji furoda? Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang haji mujamalah agar Anda tidak salah langkah.
Apa Itu Haji Mujamalah dan Bagaimana Legalitasnya?
Haji mujamalah adalah program ibadah haji yang visanya diperoleh langsung melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Di Indonesia, program ini lebih populer dengan sebutan haji furoda.
Berbeda dengan haji reguler atau haji khusus yang menggunakan kuota resmi negara, haji mujamalah menggunakan kuota khusus (undangan) yang diberikan oleh kedutaan. Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2019 dan dilanjutkan revisi terbarunya melalui UU No. 14 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, keberangkatan ini legal asalkan melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar resmi di Kemenag.
Mengenal Haji Mujamalah: Jalur Haji Tanpa Antre
Salah satu daya tarik utama dari mujamalah adalah statusnya sebagai haji tanpa antre. Jika pada jalur pemerintah Anda harus menunggu lebih dari 20 tahun, dengan jalur ini Anda bisa mendaftar di tahun yang sama dan berangkat di tahun yang sama pula (tergantung ketersediaan visa).
Inilah yang membuat haji mujamalah menjadi solusi bagi para pengusaha, tokoh masyarakat, atau siapa pun yang ingin segera beribadah tanpa terhalang batasan usia dan waktu tunggu yang panjang.
Perbedaan Haji Mujamalah dan Haji Furoda
Perbedaan Haji Mujamalah dan Haji Furoda sebenarnya hanya dari sumber awal mendapatkannya saja, di akhir kedua prosesnya sama tetap melalui satu platform nusuk. Pada era tahun 2024 ke bawah para amir/pangeran di KSA masih bisa memberikan rekomendasi berupa jatah kuota haji secara personal (disebut dengan Courtesy Hajj) yang kemudian jenis visa ini dikolektifkan penjualannya melalui orang perorangan ataupun lembaga tertentu.
Pada tahun 2025 terjadi perubahan besar, pemerintah KSA tidak lagi memberikan kuota tersebut melalui para amir/pangeran-pangerangnya. Kuota Haji mujamalah diberikan pengelolaannya kepada para perusahaan-perusahaan yang terpilih sebagai fasilitator ibadah haji di tahun berjalan.
Dengan demikian Haji Furoda maupun Haji Mujamalah adalah bentuk visa haji yang sama tidak ada perbedaan. Secara konsisten pemerintah RI dengan UU No. 8 tahun 2019 menyebutkan redaksi Haji Mujamalah merupakan haji yang tidak menggunakan kuota resmi RI melainkan langsung dari pemerintah KSA. Akan tetapi pada UU No. 14 tahun 2025 pada Pasal 18 Ayat 1 pemerintah RI malah memasukkan istilah Haji Non Kuota adalah Visa Haji Mujamalah, Visa Haji Furoda dan Visa Haji Mandiri.

Perbedaan Haji Mujamalah, Haji Plus, dan Haji Khusus
Banyak calon jamaah yang bingung membedakan istilah-istilah ini. Mari kita bedah satu per satu:
- Haji Plus / Haji Khusus: Ini adalah program haji yang menggunakan kuota resmi pemerintah namun dikelola oleh swasta (PIHK). Masa tunggunya jauh lebih singkat dari reguler, biasanya sekitar 5-7 tahun. Istilah haji ONH plus sering digunakan secara bergantian untuk kategori ini.
- Haji Mujamalah: Tidak menggunakan kuota pemerintah Indonesia sama sekali. Menggunakan visa undangan langsung sehingga tidak perlu mengantre tahunan.
Perbandingan Haji Mujamalah vs Haji Reguler
Penting untuk memahami perbandingan ini agar Anda bisa menyesuaikan ekspektasi:
| Aspek | Haji Reguler | Haji Mujamalah |
| Visa | Visa Haji Kuota Negara | Visa Haji Furoda (Undangan) |
| Masa Tunggu | 10 – 40 Tahun | Tanpa Antre (Langsung Berangkat) |
| Biaya | Terjangkau (Subsidi Pemerintah) | Eksklusif (Mandiri) |
| Fasilitas | Standar Pemerintah | VIP / Hotel Bintang 5 |
Mengetahui Apa Itu Haji Dakhili
Dalam ekosistem haji, Anda mungkin juga mendengar istilah haji dakhili. Secara harfiah, “Dakhili” berarti internal atau dalam negeri. Ini merujuk pada paket haji bagi warga negara Arab Saudi atau ekspatriat (Mukin) yang tinggal menetap di wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Penting untuk dicatat: Warga Indonesia yang tinggal di Indonesia tidak bisa menggunakan jalur dakhili kecuali mereka memang memiliki izin tinggal resmi di Saudi. Jangan tergoda tawaran haji dakhili jika Anda tidak memiliki dokumen tinggal yang sah.
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah rangkumannya:
| Fitur | Haji Mujamalah (Furoda) | Haji Khusus (ONH Plus) | Haji Dakhili (Lokal Saudi) |
| Legalitas di Indonesia | Resmi (UU No. 8/2019) | Resmi (Kuota Kemenag) | Hanya untuk Penduduk Saudi |
| Masa Tunggu | Tidak Ada (Langsung) | 5 – 9 Tahun | Tidak Ada |
| Jenis Visa | Visa Haji Mujamalah | Visa Haji Kuota | Visa Domestik / Iqamah |
| Estimasi Biaya 2026 | Rp315 Juta – Rp600 Juta | Rp190 Juta – Rp250 Juta | Rp100 Juta – Rp150 Juta |
| Tingkat Risiko | Sedang (Masalah Visa) | Sangat Rendah | Sangat Tinggi (Deportasi) |
Mengapa Biaya Haji ONH Plus dan Mujamalah Lebih Mahal?
Harga haji plus dan mujamalah memang jauh di atas reguler. Mengapa demikian?
- Transportasi: Penggunaan maskapai bintang lima dengan rute langsung (direct flight).
- Akomodasi: Hotel di Makkah dan Madinah biasanya terletak di pelataran masjid (Tower Zamzam atau serupa).
- Tenda di Arafah & Mina: Fasilitas tenda yang lebih nyaman (AC, kasur, katering premium).
- Visa Furoda: Perolehan visa ini memiliki biaya komitmen yang tinggi kepada otoritas terkait di Arab Saudi.
Keunggulan Mengambil Program Haji Khusus
Meskipun haji khusus atau haji plus tetap memiliki masa tunggu (meski singkat), program ini memiliki kepastian keberangkatan yang sangat tinggi karena visanya dijamin oleh kuota negara. Bagi Anda yang memiliki anggaran menengah ke atas namun tidak terburu-buru berangkat tahun ini juga, haji khusus adalah pilihan paling aman secara administratif.
Tips Memilih Travel untuk Haji Mujamalah dan Haji Furoda
Karena haji tanpa antre melibatkan biaya yang sangat besar (bisa mencapai Rp 300 juta – Rp 500 juta), Anda harus ekstra waspada. Berikut tipsnya:
- Cek Izin PIHK: Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus dari Kemenag.
- Track Record: Lihat keberangkatan tahun-tahun sebelumnya. Apakah jamaah mereka benar-benar mendapatkan visa?
- Jangan Tergiur Harga Murah: Jika ada yang menawarkan haji mujamalah dengan harga setara haji reguler, itu adalah lampu merah (red flag).
- Kepastian Visa: Pahami bahwa visa mujamalah biasanya keluar mendekati hari keberangkatan. Travel yang jujur akan menjelaskan risiko dan prosedur ini dengan transparan.
Persiapan Mental dan Fisik untuk Ibadah Haji
Apapun jalurnya, baik itu haji reguler, haji plus, atau mujamalah, hakikatnya adalah ibadah fisik.
- Manasik: Ikuti manasik dengan serius agar paham rukun dan wajib haji.
- Kesehatan: Mulailah rutin jalan pagi 30 menit setiap hari karena ibadah haji akan melibatkan banyak aktivitas jalan kaki di cuaca ekstrem.
- Sabar: Meskipun Anda membayar untuk fasilitas VIP, ujian kesabaran saat berdesakan di tawaf atau saat di Mina akan tetap ada.
11. Kesimpulan: Mana yang Cocok untuk Anda?
Pilihan jalur haji sangat bergantung pada dua hal: Waktu dan Anggaran.
- Jika Anda memiliki waktu tunggu yang panjang dan budget terbatas, haji reguler adalah jalannya.
- Jika Anda ingin fasilitas lebih baik dengan antrean singkat (5-7 tahun), pilihlah haji khusus atau haji plus.
- Jika Anda memiliki rezeki lebih dan ingin segera berangkat tahun ini tanpa mengantre, maka haji mujamalah atau haji furoda adalah solusi terbaik.
Pastikan niat Anda tulus untuk beribadah karena Allah SWT, dan pilihlah mitra travel yang amanah agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar dan mabrur.

