Jamaah haji yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai memadati kota Makkah menjelang tibanya puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sehubungan dengan hal tersebut, semua jamaah haji diimbau menjaga kesehatan menjelang puncak ibadah haji, yaitu wukuf.
Dilansir dari Republika.co.id, Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Edi Supriyatna mengimbau jamaah haji lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun agar tidak memaksakan diri melaksanakan sholat dan umroh di Masjidil Haram. Sholat lima waktu di mushala hotel masing-masing saja.
Himbauan penting kepada jamaah haji untuk menjaga kesehatan mereka saat menjelang puncak ibadah haji. Berikut adalah ringkasan dari ketiga imbauan tersebut:
- Menjaga Kesehatan Fisik: pentingnya menjaga kesehatan fisik sebelum dan selama ibadah haji. Jamaah haji diimbau untuk menjaga kebugaran fisik dengan melakukan latihan ringan secara teratur, mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi, serta memeriksakan kondisi kesehatan mereka sebelum berangkat.
- Menghindari Penyakit Menular: Imbauan kedua adalah untuk menjaga kebersihan dan menghindari penyakit menular. Jamaah haji diingatkan untuk sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka.
- Mengatur Pola Istirahat: Imbauan terakhir adalah mengenai pentingnya menjaga pola istirahat yang baik. Jamaah haji diimbau untuk tidur yang cukup, mengatur jadwal ibadah dan aktivitas dengan bijaksana, serta menghindari kelelahan yang berlebihan.
Dengan mematuhi tiga imbauan tersebut, diharapkan jamaah haji dapat menjaga kesehatan mereka dan menjalani ibadah haji dengan baik.
Baca juga: Haji Furoda 2024, Tanpa Antri Garansi Uang Kembali
Menurut data Penyelenggaran Kesehatan Haji di Arab Saudi di tahun 2023 ini, diketahui ada tiga jenis penyakit yang menyebabkan banyaknya jamaah haji wafat. Di antaranya penyakit infark miokard akut (19 kasus kematian), syok kardiogenik (14 kasus kematian), dan stroke (4 kasus kematian) data per 14 Juni 2023.

