MqB7MaFcMqN5MGtbNWV7MqxdLDcsynIkynwdxn1c
Haji 2021 Sukses Dilaksanakan Bebas dari Covid-19

Haji 2021 Sukses Dilaksanakan Bebas dari Covid-19

Haji 2021 Sukses Dilaksanakan, Bebas dari Covid-19


Hajimujamalah.com - Pemerintah Arab Saudi telah selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah Haji 1442H/2021, sekaligus menyatakan bahwa Haji 2021 telah sukses terselenggara tanpa adanya paparan virus corona Covid-19.

Dengan adanya batasan jemaah sebanyak 60 ribu, Pemerintah Arab Saudi juga mengumumkan keberhasilan pelaksanaan ibadah Haji 1442H/2021 yang bebas dari penularan COVID-19 serta penyakit lainnya, seperti dilansir dari Saudi Press Agency, Jumat (23/7/2021).

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menghubungkan segala keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini dengan adanya sistem serta fasilitas kesehatan yang terintegrasi di titik-titik lokasi rawan, ambulans yang sangat lengkap, dan kerja tim yang profesional.

Tawfiq juga menambahkan, pembatasan jumlah jemaah haji yang hanya dari dalam negeri saja selama musim Haji 2021 menjadi 60.000 sangat memberikan kontribusi besar pada kesuksesan pelaksanaan haji.

Sejak 2020 lalu, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan calon jemaah haji domestik yang sudah berada di dalam negeri untuk melakukan ibadah haji guna mencegah laju penyebaran COVID-19.

Baca juga: 

  1. Haji Furoda 2022, Langsung Berangkat Tanpa Antri
  2. Badal Umroh 2021
  3. Badal Haji 2022
  4. Biaya Umroh 2022 

327 Orang Indonesia Pada Haji 2021

Sebanyak 327 orang Indonesia yang telah menetap di Arab Saudi tercatat sebagai jemaah haji dan bisa ikut serta dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2021.

"Saat ini telah terdata sebanyak roang 327 WNI yang telah resmi diterima sebagai jemaah haji tahun ini. Mereka semua adalah WNI yang sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jemaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi," kata Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali.

Endang juga menjelaskan, jemaah haji yang sudah terdata tersebut terdiri atas unsur diplomat yaitu dari KBRI dan KJRI, Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.

"Proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data kita akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina. Jadi masih memungkinkan untuk terus bertambah," katanya.

Dilarangnya Jemaah Dari Luar Negeri

Kali kedua Pemerintah Arab Saudi melarang jemaah haji yang berasal dari luar negeri untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji 2020 dan 2021 yang disebabkan karena pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Dilansir dari situs Al Arabiya, haji dimulai di Arab Saudi pada Sabtu 17 Juli di bawah tindakan pencegahan COVID-19 yang ketat. Ini merupakan tahun kedua berturut-turut ritual tahunan umat Muslim itu diadakan dalam keadaan khusus.

Jemaah haji 2021 mulai berduyun-duyun menuju Makkah pada Sabtu pagi sebagai persiapan untuk memulai rangkaian ibadah haji, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan ritual bagi setiap Muslim yang mampu.

Ratusan Muslim tiba di stasiun al-Zaidi di Makkah, di mana 1.770 bus akan membawa mereka ke halaman Ka'bah setelah izin mereka diperiksa. Jelang haji, jemaah diminta mengunduh aplikasi seluler Shaaer Smart Card.

Di aplikasi tersebut, detail pribadi dan tempat tinggal seorang jemaah, serta aplikasi pintar haji mereka akan ditampilkan.

Kartu Shaaer Smart Card juga terhubung dengan status kesehatan jemaah haji. Ini juga memungkinkan jemaah mendapatkan dan menilai layanan haji, mengakses berbagai transportasi di sekitar halaman Makkah dan sepanjang perjalanan haji mereka serta mengakses gerbang pintar.


Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Kontak Kami via Whatsapp